5 Cara Mudah Menulis Pengalaman Organisasi di CV
Ditulis oleh Marthapuri Dwi Utari, Penulis • Terakhir diperbarui pada 26 Februari 2025

Pengalaman Organisasi di CV dan Cara Menulisnya

Mungkin Anda merasa bahwa pengalaman kerja dan pendidikan adalah dua hal penting yang harus ada dalam CV. Tapi kenyataannya, itu saja tidak cukup. Apalagi untuk fresh graduate atau lulusan baru yang belum memiliki pengalaman kerja. Oleh sebab itu, pengalaman organisasi di CV atau organizational experience CV sama pentingnya dengan pengalaman kerja dan pendidikan.

Mulai Sekarang

Pada artikel ini akan membahas lebih dalam seputar pengalaman organisasi di CV, cara menulis, disertai contoh dan tips agar CV Anda terlihat menonjol di mata rekruter. 

Apa itu Pengalaman Organisasi di CV?

Pengalaman organisasi mengacu pada peran atau aktivitas apa pun di mana Anda pernah berpartisipasi, memimpin, atau berkontribusi pada kelompok atau inisiatif yang terstruktur. Pengalaman ini dapat mencakup keterlibatan dalam organisasi profesional, organisasi kesiswaan, klub mahasiswa, himpunan mahasiswa, kerja sukarela, kegiatan nirlaba, atau bahkan komite atau ekstrakurikuler di tempat kerja. 

Kegiatan atau aktivitas ini menunjukkan kemampuan Anda untuk bekerja dalam tim, mengelola tanggung jawab, dan berkontribusi dalam mencapai tujuan bersama.

Contoh Pengalaman Organisasi:

1. Peran Kepemimpinan

  • Menjabat sebagai presiden, bendahara, atau sekretaris klub atau organisasi.  
  • Memimpin tim sukarelawan dalam proyek layanan masyarakat.  

2. Partisipasi dalam Tim

  • Menjadi anggota aktif Badan Eksekutif Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa tim olahraga, atau asosiasi profesional.  
  • Berkontribusi pada inisiatif di tempat kerja, seperti mengorganisir acara dan sebagainya.  

3. Manajemen Acara atau Proyek  

  • Merencanakan dan melaksanakan acara seperti konferensi, penggalangan dana, dan sebagainya.
  • Mengkoordinasikan logistik untuk kegiatan atau sesi pelatihan.  

Mengapa Mencantumkan Pengalaman Organisasi di CV?

Mencantumkan pengalaman organisasi di CV sangat penting, terutama di Indonesia, karena hal ini memberikan gambaran tentang kemampuan, karakter, dan pengalaman seseorang di luar lingkungan akademis atau profesional formal. Di Indonesia, perusahaan sering kali mencari kandidat yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan sosial dan keterampilan non-teknis (soft skills).

Faktanya, 90 persen perusahaan mencari kandidat dengan kemampuan problem solving. Meskipun kandidat mungkin tidak secara eksplisit menyatakan hal ini di CV, tetapi kemampuan ini dapat disimpulkan dari konten CV lainnya, seperti menjadi Ketua himpunan mahasiswa atau proyek kampus yang kompleks, yang penuh dengan peluang untuk memecahkan masalah. 

Demikian pula, 80 persen perusahaan mencari kandidat dengan keterampilan kerja tim, yang mungkin muncul dalam CV sebagai partisipan aktif unit kegiatan mahasiswa tertentu atau sebagai pemimpin di study group di kampus. (1)

Dan berikut ini adalah beberapa alasan utamanya.

Menunjukkan Keterampilan yang Relevan

Pengalaman organisasi mencerminkan keterampilan penting seperti:

  • Kepemimpinan: Terutama jika Anda memegang posisi seperti ketua, sekretaris, atau bendahara.
  • Kerja Tim: Menunjukkan kemampuan berkolaborasi dalam mencapai tujuan bersama.
  • Manajemen Waktu: Mengelola tanggung jawab organisasi sambil menyeimbangkan tugas kampus lainnya.
  • Komunikasi: Baik secara verbal maupun tertulis melalui peran seperti hubungan masyarakat atau fasilitator acara.

Menunjukkan Komitmen dan Proaktivitas

Keaktifan dalam organisasi mencerminkan inisiatif, komitmen, dan minat pada pengembangan diri. Di Indonesia, keterlibatan dalam organisasi kesiswaan seperti OSIS atau organisasi mahasiswa, seperti Himpunan Mahasiswa atau BEM, sering dipandang sebagai tanda seseorang mau berkontribusi lebih dan tidak hanya fokus pada studi saja.

Relevan untuk Fresh Graduate

Bagi lulusan baru atau fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja, pengalaman organisasi sering kali menjadi alternatif untuk menunjukkan kemampuan dan kesiapan kerja. Organisasi seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), kepanitiaan acara, atau organisasi sosial menjadi poin penting dalam CV yang akan dipertimbangkan oleh rekruter.

Meningkatkan Nilai Kompetitif

Dalam pasar kerja Indonesia yang kompetitif, pengalaman organisasi sering menjadi pembeda dan dapat membuat CV Anda terlihat lebih menonjol. Banyak perusahaan yang menilai kandidat dengan pengalaman organisasi lebih siap bekerja dalam tim dan dapat beradaptasi lebih cepat.

Faktanya, 90 persen perusahaan mencari kandidat dengan kemampuan problem solving. Demikian pula, 80 persen perusahaan mencari kandidat dengan keterampilan kerja tim, yang mungkin muncul dalam CV sebagai partisipan aktif unit kegiatan mahasiswa tertentu atau sebagai pemimpin di study group di kampus.

Langkah-Langkah Menulis Pengalaman Organisasi di CV

Setelah tahu definisi dan manfaat mencantumkan pengalaman organisasi di CV, langkah selanjutnya adalah menulis CV. Simak langkah-langkah menulis pengalaman organisasi di CV agar terlihat profesional dan menarik perhatian rekruter berikut ini.

Sebutkan Nama Organisasi

Tuliskan nama organisasi secara lengkap dan posisinya. 

Contoh

Ketua Himpunan Mahasiswa Akuntansi atau Ketua OSIS SMUN I Jakarta.

Jelaskan Tugas dan Kontribusi

Deskripsikan tanggung jawab dan pencapaian selama menjadi bagian dari organisasi tersebut.

Contoh

"Sebagai Ketua, memimpin tim beranggotakan 20 orang untuk menyelenggarakan seminar nasional yang dihadiri oleh 500 peserta.”

Fokus pada Hasil dan Dampak

Tampilkan hasil yang bisa diukur atau dampak dari kontribusi Anda dalam organisasi. Gunakan angka, persentase, atau data kuantitatif untuk menunjukkan hasil. Menonjolkan hasil konkret dari pengalaman organisasi akan menarik perhatian rekruter.

Contoh:

"Mengumpulkan dana Rp50 juta untuk kegiatan sosial melalui sponsorship."

"Meningkatkan partisipasi anggota baru sebesar 30% melalui program rekrutmen inovatif."

Relevansi dengan Pekerjaan 

Pilih pengalaman organisasi yang relevan dengan posisi yang dilamar. Jika melamar di bidang pemasaran, fokuskan pada pengalaman dalam promosi atau penggalangan dana.

Format yang Rapi

Tuliskan dalam urutan kronologis atau berdasarkan relevansi. Gunakan poin-poin untuk memudahkan keterbacaan.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, pengalaman organisasi Anda akan tersusun secara rapi, relevan, dan menarik bagi rekruter. Pastikan Anda menonjolkan peran, kontribusi, dan keterampilan yang relevan untuk meningkatkan peluang Anda dalam mendapatkan pekerjaan.

Contoh Organisasi di CV

Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika
Universitas Indonesia
Januari 2022 – Desember 2023

  • Memimpin tim beranggotakan 30 orang untuk menyelenggarakan 5 seminar teknologi.
  • Mengelola anggaran Rp20 juta untuk kegiatan internal dan eksternal organisasi.
  • Berhasil meningkatkan partisipasi anggota sebesar 40% melalui kampanye rekrutmen baru.

Ketua Tim CSR (Corporate Social Responsibility)
PT Agro Niaga Sejahtera
Januari 2022 – Sekarang

  • Memimpin tim yang terdiri dari 12 orang dalam menyelenggarakan inisiatif CSR triwulanan, termasuk kegiatan amal, program penjangkauan masyarakat, dan upaya kelestarian lingkungan.  
  • Mengelola anggaran hingga Rp500 juta untuk setiap inisiatif, memastikan sumber daya digunakan secara efisien dan efektif.  
  • Berkolaborasi dengan mitra eksternal untuk mendapatkan sponsor dan meningkatkan kesadaran, menghasilkan peningkatan partisipasi program sebesar 40%.  

Koordinator Program Pelatihan
Komunitas Edukasi Digital Indonesia (Volunteering)
Januari 2021 – Desember 2022

  • Mengorganisir program pelatihan digital marketing untuk lebih dari 100 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk UKM dan pelaku bisnis pemula.
  • Mengembangkan modul pelatihan dan materi pemasaran digital, berkolaborasi dengan 5 mentor profesional.
  • Berhasil meningkatkan keterlibatan peserta hingga 30% melalui strategi komunikasi yang efektif menggunakan media sosial.
  • Memanfaatkan tools seperti Canva dan Google Ads untuk mendukung pelatihan dan promosi acara.

Tips Ahli:

Jika Anda melamar untuk posisi kepemimpinan, tonjolkan pengalaman memimpin tim atau mengelola proyek. Namun jika Anda melamar di bidang kreatif, tunjukkan peran dalam kegiatan inovatif, seperti kampanye atau event.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Berikut adalah kesalahan umum yang harus dihindari saat mencantumkan pengalaman organisasi di CV, serta cara mengatasinya.

Informasi yang Terlalu Umum atau Tidak Spesifik

Kesalahan: Menyebutkan pengalaman secara singkat atau terlalu umum tanpa menjelaskan apa yang dilakukan atau dicapai.

Contoh

Don’t: "Anggota organisasi mahasiswa."

Solusi: Jelaskan peran spesifik Anda dan kontribusi yang dibuat.

Do: "Mengorganisir seminar nasional dengan 500 peserta, memimpin tim logistik, dan memastikan acara berjalan lancar."

Memasukkan Pengalaman yang Tidak Relevan

Kesalahan: Menyebutkan pengalaman organisasi yang tidak memiliki kaitan dengan pekerjaan yang dilamar.

Contoh

Don’t: Pengalaman dalam klub olahraga jika melamar pekerjaan di bidang keuangan tanpa menghubungkan keterampilan yang diperoleh.

Solusi: Pilih pengalaman yang relevan dengan posisi atau industri yang dituju, atau soroti keterampilan yang dapat ditransfer.

Do: "Sebagai kapten tim olahraga UKM Sepakbola, mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan manajemen konflik."

Fokus pada Aktivitas, Bukan Keterampilan yang Ditonjolkan

Kesalahan: Menuliskan daftar aktivitas tanpa menonjolkan keterampilan atau nilai tambah yang relevan.

Contoh

Don’t: "Membantu menyelenggarakan acara organisasi."

Solusi: Tekankan keterampilan spesifik yang diperoleh atau digunakan, seperti manajemen waktu, komunikasi, atau negosiasi.

Do: "Mengelola jadwal dan anggaran untuk acara tahunan dengan 200 peserta, meningkatkan efisiensi waktu perencanaan sebesar 15%."

Melupakan Transferable Skills

Kesalahan: Tidak mengaitkan pengalaman organisasi dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam pekerjaan yang dilamar. 

Solusi: Fokus pada keterampilan seperti manajemen proyek, kepemimpinan, atau kerja tim, dan kaitkan dengan deskripsi pekerjaan.

Bonus: Tips Agar CV Anda Menonjol

Berikut adalah tips agar pengalaman organisasi di CV terlihat menonjol, sehingga menarik perhatian rekruter dan memberikan nilai tambah pada profil Anda.

Gunakan LinkedIn untuk Mendukung dan Memperluas Pengalaman Organisasi

LinkedIn adalah platform yang sangat baik untuk menampilkan pengalaman organisasi Anda secara lebih mendalam daripada CV. Tambahkan pengalaman organisasi di bagian Pengalaman atau Volunteer dan sertakan deskripsi yang lebih detail, seperti proyek yang Anda kelola, keterampilan yang diperoleh, dan dampak yang dihasilkan.

Lampirkan foto kegiatan, presentasi, video, atau dokumen relevan untuk mendukung pengalaman organisasi. Ini memberi visualisasi konkret yang tidak bisa ditampilkan di CV.
Jika Anda pernah memimpin acara seminar, tambahkan foto, brosur, atau artikel yang relevan. Anda juga bisa meminta rekomendasi dari rekan atau mentor organisasi yang bisa mengonfirmasi kontribusi Anda untuk menambah kredibilitas pengalaman organisasi Anda. 

Sinkronkan CV dengan LinkedIn

Rekruter seringkali membandingkan CV Anda dengan profil LinkedIn. Pastikan informasi di kedua tempat ini konsisten. Pastikan tanggal, posisi, dan tanggung jawab yang dicantumkan di LinkedIn sama dengan yang ada di CV. Jika CV Anda memiliki keterbatasan ruang, gunakan LinkedIn untuk memuat deskripsi yang lebih rinci.

Sesuaikan Pengalaman Organisasi dengan Posisi yang Dilamar

Pengalaman organisasi harus relevan dan mendukung kualifikasi Anda untuk peran tertentu. Oleh sebab itu, tidak semua pengalaman organisasi perlu dimasukkan ke CV. Pilih hanya yang paling relevan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Contoh: Jika melamar posisi di bidang pemasaran, tonjolkan pengalaman yang melibatkan promosi acara, pengelolaan media sosial, atau hubungan sponsor.

Kaitkan pengalaman organisasi dengan keterampilan yang dapat ditransfer yang dibutuhkan untuk pekerjaan, seperti kepemimpinan, manajemen proyek, atau kerja sama tim.
Contoh: "Memimpin tim 15 orang untuk merancang kampanye sosial, menghasilkan peningkatan kesadaran publik sebesar 40%."

Tambahkan Relevansi dengan Soft Skills dan Hard Skills

Tunjukkan bahwa pengalaman organisasi tidak hanya memberikan kontribusi, tetapi juga mengembangkan keterampilan Anda baik keterampilan teknis maupun soft skills.

Contoh:
"Dengan menggunakan Canva dan Hootsuite, mengembangkan materi promosi media sosial yang meningkatkan keterlibatan audiens sebesar 30%."

Tonjolkan Pengalaman Organisasi dalam CV Anda

Sebagai bagian dari CV, pengalaman organisasi bukan hanya pelengkap, tetapi dapat menjadi faktor penentu yang memperkuat profil Anda di mata rekruter. Dengan menampilkan pengalaman organisasi secara strategis, seperti memilih yang relevan, menyoroti pencapaian, dan menyesuaikannya dengan posisi yang dilamar, Anda dapat menunjukkan bahwa Anda memiliki keterampilan dan kualitas yang dicari oleh perusahaan. 

Pastikan untuk mengemas pengalaman tersebut dengan format yang rapi, bahasa profesional, dan data yang konkret agar terlihat menonjol. Ingat, setiap pengalaman, sekecil apa pun, memiliki nilai jika disampaikan dengan cara yang tepat. Dengan langkah ini, Anda dapat memaksimalkan potensi pengalaman organisasi untuk mendukung perjalanan karier Anda.

Kabar baiknya, Anda bisa membuat CV sekaligus surat lamaran kerja profesional dengan Jobseeker. Dilengkapi dengan 10+ template CV dan surat lamaran kerja untuk berbagai profesi serta artikel seputar CV untuk inspirasi Anda. Tunggu apalagi? Mulailah perbaiki CV Anda sekarang juga! 

Sumber:

(1) Forbes: In Plain Sight: What Employers Seek And Candidates Hide On Resumes.

Bagikan via:
Marthapuri Dwi Utari
Marthapuri Dwi Utari
Penulis
Marthapuri, seorang copywriter berpengalaman dengan puluhan artikel dalam penulisan panduan karier dan pencarian kerja, memadukan keahlian konten yang beragam untuk memberdayakan pembaca dalam menavigasi tantangan karier.

Jadilah kandidat yang unggul dalam persaingan

Buat lamaran kerja Anda yang berbeda dan menonjol dari kandidat lain.

Mulai Sekarang